Loading Logo

جار التحميل..

“Kenapa Orang Kaya Menyimpan Emas?”
Pernah lihat orang kaya sibuk pamer emas? Jarang. Tapi percaya atau tidak, di brankas mereka emasnya banyak. Diam-diam. Rapi. Tersimpan.

Lucunya, justru orang yang belum stabil finansial yang bilang, “Ngapain beli emas? Mahal, nggak ada cuannya.”
Padahal orang kaya yang sudah puluhan kali lipat lebih mapan dari kita saja tetap simpan emas. Ironis, kan?

Mari kita bongkar alasannya.
Orang kaya tidak beli emas untuk “gaya”. Mereka beli untuk bertahan hidup saat dunia kacau.
Mereka tahu, uang kertas itu bisa jatuh nilainya kapan saja. Pemerintah bisa cetak uang seenaknya. Inflasi bisa menghajar tabungan tanpa ampun. Pasar bisa tumbang. Mata uang bisa runtuh.

Tapi emas?
Selama ribuan tahun, emas tidak pernah nol. Tidak pernah bangkrut. Tidak pernah kehilangan identitas.

Itulah bedanya orang kaya dan orang yang masih berjuang.
Orang kaya bermain untuk jangka panjang.
Orang biasa sering fokus ke jangka pendek“cuan cepat”.

Contohnya.
Ray Dalio, miliarder jenius pendiri Bridgewater Associates, pernah bilang bahwa siapa pun yang tidak punya emas itu “tidak memahami sejarah ekonomi”. Dalio tidak basa-basi. Baginya, emas adalah sabuk pengaman. Kamu mungkin tidak merasa membutuhkannya sampai kamu tabrakan.

Lalu ada John Paulson, miliarder yang cuannya gila-gilaan saat krisis 2008. Dia secara terang-terangan menempatkan sebagian kekayaannya ke emas. Kenapa? Dia bilang emas adalah satu-satunya aset yang tidak bisa dimanipulasi. Tidak bisa dicetak. Tidak bisa diganggu bank sentral.
Ketika sistem keuangan goyang, emas tetap berdiri.

Bahkan Warren Buffett, yang sering mengkritik emas, pernah membeli saham perusahaan tambang emas.
Artinya apa?
Bahkan orang paling rasional di dunia investasi pun akhirnya mengakui: ada sesuatu di emas yang tidak bisa diabaikan.

Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, lebih blak-blakan lagi. Dia menyebut emas sebagai “uang sejati”, sementara uang kertas hanyalah “kertas janji”. Kiyosaki bilang: orang kaya tidak percaya penuh pada sistem, mereka percaya pada aset nyata.

Dan Jim Rickards, penulis The New Case for Gold, menegaskan: setiap krisis besar dunia selalu membuat orang kembali ke emas.
Selalu.

Sekarang pertanyaannya: kalau miliarder saja masih simpan emas, dan mereka jelas lebih paham permainan uang, kenapa kamu yang masih bangun pondasi finansial justru cuek?

Mungkin karena kamu pikir investasi itu soal cari untung cepat.
Padahal orang kaya tahu:
menjaga uang jauh lebih penting daripada mencari uang.

Emas tidak membuat kamu kaya mendadak.
Tapi emas mencegah kamu miskin mendadak.

Dan itulah kesalahan terbesar banyak orang:
Mengira emas itu hanya buat orang kaya, padahal justru emas adalah alas kenapa mereka tetap kaya.

Kalau kamu ingin naik level, tiru kebiasaannya.
Tidak perlu mulai besar. Yang penting mulai.
Karena kalau krisis datang, orang kaya sudah punya benteng.
Kamu?
Masih mau bergantung pada tabungan yang digerogoti inflasi?
Pilihan ada di tanganmu.
Orang kaya punya emas. Pertanyaannya: kenapa kamu belum?

image