Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi melaporkan bahwa mereka menerima 549.074 laporan penipuan, di mana love scam atau penipuan asmara jadi yang paling berkembang di Indonesia, menurut data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
“Ada yang pernah kena love scam? Pura-pura punya pacar di online, padahal orangnya nggak ada. Ada nggak? sepertinya punya hubungan, yang dikirim gambarnya cowok keren, cewek cantik, padahal itu semua editan AI,” ujar Frederica melansir berbagai sumber, Minggu (24/05).
Bahkan, tak jarang para korban suka rela mengirim sejumlah uang lantaran sudah jatuh cinta. Selain itu, jumlah kehilangan yang dilaporkan terkait scam dalam satu tahun terakhir sekitar Rp9,5 triliun.
Selanjutnya modus yang paling banyak digunakan lainnya ada penipuan impersonation atau fake call sebanyak 44.889 laporan, penipuan investasi sebanyak 26.613 laporan, lalu ada modus kerja sebanyak 23.906 laporan, dan penipuan melalui media sosial menempati posisi kelima dengan total aduan sebanyak 20.394 laporan.