Presiden AS Donald Trump menyatakan niat serius untuk menarik Amerika Serikat dari NATO karena merasa kurang mendapat dukungan sekutu dalam mengamankan Selat Hormuz dan menghadapi Iran.
Lembaga think-tank International Institute for Strategic Studies (IISS) menganalisis bahwa mundurnya AS dari NATO akan berimplikasi langsung pada pendanaan dan investasi pertahanan bagi Eropa.
Terutama, menghadapi ancaman Rusia terhadap NATO. Mereka mensimulasikan, jika perang Ukraina berakhir pada 2025, dan AS menarik diri dari NATO untuk fokus ke kawasan Indo-Pasifik, Rusia bisa saja mengambil kesempatan untuk mengancam Eropa.
Hal tersebut juga turut mendapat kritik dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut Macron, ketidakkonsistenan komitmen AS hanya akan melemahkan makna pakta pertahanan tersebut dan menghancurkan kepercayaan antarnegara anggota yang selama ini menjadi pilar keamanan Barat.
Sumber : Kumparan
#news2026 #know
Boring
This post has received widespread feedback from users for being monotonous and overly repetitive.