Sejumlah petinggi di Microsoft dicopot karena terbukti membantu Israel menyadap dan memata-matai orang Palestina. Data disimpan di peladen Microsoft Azure.
Masalah ini bermula dari pengungkapan harian The Guardian pada 25 September 2025. Media Inggris itu menulis, Unit 8200, salah satu unit intelijen Israel, 8200, diam-diam membangun sistem pengawasan massal. Sistem itu merekam jutaan percakapan telepon dan isi pesan warga Palestina.
Microsoft mengakhiri perjanjian penggunaan Unit 8200 pada September 2025. Akan tetapi, hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa Unit 8200 itu hanya ”puncak gunung es”. Media Israel, Globes Management, menulis bahwa ada unit tambahan yang menggunakan sistem Microsoft.
Sumber : Kompas.id
#news2026 #know
Boring
This post has received widespread feedback from users for being monotonous and overly repetitive.